Ready to Love ON Wednesday, 13 February 2013 AT 22:48
Author : r13eonnie 강 하이에나 and Mireichan ELF
Main Cast :
- Cho Kyuhyun
- Yoshioka YUI ( Japanese Singer )
Genre : Romance
Rating : T
Type : Songfic
Lenght : 3241 Words
Poster by pinky_girl
Disclaimer : Karakter dan pemain murni milik Tuhan
semata, tapi plot dan isi ceritanya murni milik saya dan teman saya
Reina. Ini FF pertama yang di kolaborasi dari 2 otak yang berbeda. Dua
gaya bahasa tulisan yang di bentuk dalam satu cerita.
Jangan lupa RCL nya….and NO BASHING, author cinta damai…^.^v
Happy Reading
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu (saat ku rindu kamu aku segera bertindak)
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara ( dengan langkah berhati-hati, berlari ke arahmu)
Satu pencetan tombol ‘take’ dari kamera Kyuhyun mencetak sebuah
gambar di memori kameranya. Matanya terus menyelidik ke penjuru arah,
dan melanjutkan aksi potret-memotretnya setelah mendapatkan angel yang
dianggapnya tepat.
“ Tokyo neomu yeoppo” lirihnya sembari mengarahkan kameranya kesebuah
pepohonan rindang ditepi sungai. Pohon yang nampak indah dilihat dari
manapun, dimana bunganya yang rindang hampir tak memperlihatkan daunnya.
Jepretan terakhir ia arahkan ke sebuah kursi panjang yang menghadap ke
sungai. Kyuhyun beranjak dari tempatnya berdiri, berjalan dengan tujuan
mencari sebuah apartement tetap untuknya tinggal.
Hari ini hari pertama seorang Cho Kyuhyun menginjakkan kaki di kota
Tokyo ini. Dengan suatu alasan, Kyuhyun lebih memilih kuliah di
Universitas Tokyo dari pada di Seoul, negaranya sendiri. Hari semakin
sore, dan Kyuhyun belum juga menemukan apartement kosong untuk dia
tinggal. Sebuah suara petikan gitar menghentikan langkah Kyuhyun yang
dikejar waktu menemukan tempat untuk beristirahat.
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara
Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya perlahan ketika terdengar syair
yang melantun bersama petikan gitar itu, langkahnya terhenti didepan
sebuah taman dimana suara itu berasal.
No way! Nanni mo nakatta you na hibi
“kaete!” tte sakenda yozora
Kyuhyun meletakkan tas besar yang sedari tadi digendongnya, menekan
tombol ‘on’ pada kamera yang tergantung dilehernya, dan mengarahkan pada
seorang yeoja yang sedang duduk bersila ditengah taman dengan gitar
dipangkuannya. Lilin kecil yang menyala diletakkan di dalam tas gitar
yang dibuka dihadapannya.
“kaete!” tte sakenda yozora…yozora
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, mendengar baris terakhir dari lagu
itu yang diulang-ulang dan terdengar ragu pada tiap petikan gitarnya.
Dilihatnya yeoja itu menghela nafas panjang dan mengistirahatkan
tangannya yang sedari tadi menggeluti gitarnya, membuat Kyuhyun memicu
langkahnya mendekati yeoja itu.
“ Sumimasen(maaf)… apa aku boleh duduk disini?” yeoja itu menoleh
mendapati Kyuhyun berdiri dibelakangnya. Yeoja itu hanya menatap datar
Kyuhyun tanpa menjawab apapun, memaksa Kyuhyun mengambil posisi
disampingnya tanpa seijinnya dulu. Yeoja itu masih menatapnya tanpa
ekspresi.
“ Apa aku mengganggumu?”
“…”
“ Ah, permainan gitarmu indah, suaramu terdengar merdu, dan, aku
terharu mendengar lagu yang kau nyanyikan. Sepertinya kau sedikit ada
masalah?”
“…”
“ Kumohon jawablah, kau tidak ingin aku berfikir kalau kau…”
“ Aku tidak tau lanjutannya” yeoja itu akhirnya angkat bicara sebelum Kyuhyun sempat melontarkan kata tabu untuknya.
“ Nani(apa)?? Eum, aku belum pernah mendengar lagu itu. Siapa penyanyinya? Biar aku carikan untukmu”
“ Aku tidak tau lanjutannya~…” yeoja itu mengulangi kata-katanya.
“ Ah, maksudku… mungkin aku bisa membantumu mencarikan lagunya”
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara
No way! Nanni mo nakatta you na hibi
“kaete!” tte sakenda yozora
“ Sudah kubilang aku tidak tau lanjutannya. Ayolah Yui! Pikirkan
sesuatu! Tidak biasanya kau seperti ini!” yeoja itu menggeram menarik
rambutnya pelan.
“ Yui itu? Penyanyi lagu itu?” lagi-lagi yeoja itu menatapnya datar.
“ Kau siapa? Logatmu aneh… kau bukan orang sini?”
“ Eh, iya… aku Cho Kyuhyun. Aku dari Korea dan kesini untuk kuliah,
ini hari pertamaku disini” Kyuhyun mengembangkan senyumannya ketika
jabat tangannya disambut, dan senyum tipis yang dilontarkan yeoja manis
dihadapannya.
“ Yoshioka… Yui” Kyuhyun membulatkan matanya pada yeoja yang kini diketahui namanya Yoshioka Yui.
“ Kau yang membuat lagunya?”
“ Ehm… tapi aku tidak tau lanjutannya…” Kyuhyun menarik gitar dari tangan Yui tanpa elakkan.
“ Menulis sebuah lagu memang sulit. Serangkaian kata tidak akan
menjadi sebuah lagu tanpa kita memikirkannya. Tapi inspirasi untuk
memikirkan tiap kata itu akan mengalir dengan sendirinya ketika kita
sedang merasakannya. Kau tau maksudku kan?” (play: 7 years of
love_Kyuhyun)
Yui tertegun melihat suara dan permainan gitar Kyuhyun yang begitu
mengagumkan dimatanya. Kyuhyun benar! Sebuah lagu tak akan menjadi
sebuah lagu tanpa sebuah makna yang diberikan oleh sang pencipta.
“ Aku ingin menyanyikannya lusa… saat bunga sakura berguguran, tapi
dibalik gugurnya bunga sakura… akan bersemi benih-benih cinta bagi
setiap orang yang menyaksikannya”
“ Lusa?”
“ Hai ( Ya )… Aku ingin mengiringi benih cinta itu agar cepat tumbuh
dan tertanam kokoh pada setiap insan yang mendengarnya” Kyuhyun dibuat
berpikir dengan penjelasan yang dibuat Yui barusan.
“ Apa kau juga akan menyanyikannya untuk kekasihmu” Yui menatap
Kyuhyun lagi, tak ada perubahan pada ekspresi datarnya, kemudian
mengambil alih gitarnya dari tangan Kyuhyun.
“ Aku tidak tau apa itu cinta, mungkin itu sebabnya lagu ini tak bisa kuselesaikan”
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu (saat ku rindu kamu aku segera bertindak)
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara ( dengan langkah berhati-hati, berlari ke arahmu)
No way! Nanni mo nakatta you na hibi (Tidak mungkin! Hari-hari itu terlihat seperti biasa)
“kaete!” tte sakenda yozora (“Pulanglah!” terdengar langit berteriak)
Sono me no oku ni kakushita mama no (Aku ingin tahu lebih tentang dirimu)
Dare ka wo koe tai yo? Cry~ (Apa yang kau sembunyikan itu?~tangisan)
Yui mencoba mengulangi syairnya dan mencoba kunci baru pada gitarnya saat kalimat baru muncul di otaknya.
“ Aku ingin sekali-kali menyisipkan kata cinta pada laguku, tak
kusangka sesulit ini” Kyuhyun mendongkak, kearah langit yang semakin
gelap dan mulai memunculkan bintang-bintangnya. Mengingat dirinya yang
belum mendapatkan tempat untuk bersinggah hari ini membuatnya sedikit
cemas, namun ia tak mau melewatkan obrolan di antaranya saat ini.
“ Yui-chan… kau suka menciptakan lagu kan?! Bukankah tanpa rasa
cintamu terhadap musik tak akan membuatmu mampu menghasilkan sebuah
lagu, meski tanpa sisipan cinta didalamnya?”
“ … Kyu-kun…mungkin kau benar” sebuah senyuman mengembang di bibir Kyuhyun mendengar ungkapan yang dilontarkan Yui.
“ Apakah itu yang membuatmu sulit untuk tersenyum?” goda Kyuhyun
berharap mendapatkan senyuman dari Yui. Sebuah senyuman tipis, tapi
nampak ragu-ragu terlukis di wajah chubby Yui membuat Kyuhyun sedikit
tersenyum puas, merasa mendapatkan sebuah senyuman dari perkataanya.
“ apa kau akan terus disini?”
“ Ee?! Hey! Kau mengusirku?” Kyuhyun menaikkan nada bicaranya, seolah tak terima dengan pertanyaan dari Yui.
“ sumimasen(permisi)” Yui yang sudah mengepak barangnya, berdiri dan
berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban apapun dari Kyuhyun. Kyuhyun
beranjak dari duduknya sembari menarik salah satu sudut bibirnya dan
terkekeh pelan.
“ Kau memang cantik nona! Tapi betapa bodohnya dirimu yang tidak
mengenal cinta! Katakan saja! Akan kuberitau apa itu cinta!” nada
Kyuhyun sedikit berteriak, berusaha menyampaikan suaranya pada bidadari
cantik yang sudah berjalan jauh membelakanginya. Hanya beberapa detik ia
menoleh sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya. Tak ada satu katapun
yang tertangkap di otak Yui dengan dialog Korea dari Kyuhyun. Kyuhyun
mengejar langkah Yui dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Yui yang
tak lelah menggengam tas gitarnya.
Nee~ waratte misete yo (hey~ tersenyumlah untukku)
Sekka no hare demo Dekake you tomo shinakatta (Ini kan hari yang bagus, tapi kita belum sempat keluar)
“Yui-chan, apa kau bisa menolongku untuk mencari tempat tinggal??
Seharian ini aku sudah berkeliling tapi tidak kunjung menemukan satu
tempat pun untuk aku singgah” Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke pusat
kota Tokyo yang meski sudah malam keindahan itu masih bisa tetap
terpancar dengan sinar2 lampu yang seolah berlomba-lomba untuk saling
menyinari setiap sudut kota Tokyo itu di malam hari.
“Kalau kau mau, kau boleh tinggal di samping apartementku” ucap Yui masih dengan wajah yang tak menampakan perasaan apapun.
“Benarkah?? Memang sebelah apartementmu itu kosong??” Kyuhyun tidak
bisa menahan rasa bahagianya, Yui menawarkan untuknya tinggal di sebelah
apartement Yui.
“Tentu, kalau tidak kosong aku tidak mungkin menawarkannya padamu” Yui terus melangkah tanpa menoleh ke arah Kyuhyun.
“Baiklah, watashi ga shitai ( Aku mau )” Kyuhyun menyunggingkan
sebuah senyuman termanisnya berharap Yui akan balik memberikan senyuman
indah untuknya, namun itu hanya harapannya karna Yui masih tetap
melangkah dan memasang ekspresi datarnya.
Kyuu ni furu ame sae ukareteru yo kimi no sei (walau hujan yang tiba-tiba membuatku bahagia karenamu)
One way! Hajimete sunao ni iu ka mo (satu hal! Mungkinkah aku memberitahu kamu perasaan ini)
Dame datte kime tsukeru mae ni ( sebelum aku putusKan aku tak sanggup lagi)
Ai shikata nado wakaranai kedo Dare ni mo makenai yo~Try ( aku
tak tahu bagaimana caranya bercinta, tak seorangpun membuatku
menyerah~cobalah)
***
Seperti sebuah mimpi bagi seorang Cho Kyuhyun, hari pertamanya tiba
di kota Tokyo, dia bisa bertemu bidadari cantik menjelma manusia seperti
Yui. Yui di mata Kyuhyun bukan hanya wanita yang mempunyai paras yang
cantik, tapi juga hati yang dingin, namun di balik sikap dinginnya itu,
Kyuhyun dapat merasakan dengan jelas bahwa sebenarnya Yui merasa
kesepian, tidak ada seseorang yang pernah mewarnai hatinya. Dan itulah
yang membuat Kyuhyun akhirnya terpesona pada pandangan pertamanya pada
Yui. Ekspresi datar yang selalu Yui tampakkan, jawaban singkat yang dia
berikan saat Kyu bertanya panjang lebar padanya, membuat Kyuhyun ingin
mengenal Yui lebih jauh lagi. Kyuhyun berjanji pada hatinya, dia akan
membuat Yui merasa tidak kesepian lagi, Kyuhyun ingin membuat Yui
merasakan cinta yang belum pernah dia rasakan, Yui patut di cintai karna
Kyuhyun tau di balik kedinginan Yui, dia menyimpan sejuta ketulusan
yang mungkin tidak akan bisa orang lain ketahui kecuali dirinya sendiri.
“Ready to love”
Yozora no negai kitto (pada langit malam ku memohon)
Nee~ kanaete miseru yo (hey~ku yakin aku sanggup)
Datte itsu mo itsu mo itai (namun selalu tetap selalu)
Sono sugata koe mo totemo suki da kara (penampilan dan gaya bicaramu itu yang membuatku suka)
Selesai memanjakkan dirinya di kamar mandi untuk menghilangkan sesaat
dari rasa lelahnya menempuh perjalanan Korea – Tokyo, Kyuhyun melangkah
mendekati balkon yang memang mengarah ke salah satu sudut pusat kota
untuk menatap keindahan Tokyo yang sebenarnya. Belum dia sampai di badan
balkon, Kyuhyun lagi-lagi mendengar lantunan merdu di iringi petikan
gitar yang renyah yang membuat rongga telinganya terasa seolah sedang
bernafas lega. Kyuhyun tersenyum sendiri, dia tau asal suara itu pasti
dari balkon Yui yang sekarang ini tepat berada di samping kamarnya.
“Konbawa ( Selamat petang ) Yui-chan..” Yui menghentikan aktifitasnya
dan menoleh sesaat ke arah Kyuhyun yang seperti biasa selalu
melontarkan senyuman manisnya, dan senyuman tipis Yui lontarkan juga ke
arah Kyuhyun lalu kembali memetik senar gitarnya pelan dan memejamkan
kedua mata indahnya.
“Bagaimana, kau masih tidak bisa meneruskan lanjutannya??”
“…..” Yui menganggukan kepalanya tanda menjawab “Iya”
“Boleh aku ke tempatmu???” Yui langsung membuka kedua matanya dan menatap Kyuhyun dingin.
“Untuk apa??”
“Hanya ingin membantumu meneruskan lagunya, meski hanya sepatah, dua patah kata. Kau keberatan??”
Sabishigari na machi juu futari de kowasou (mari lenyapkan kesendirian di kota ini bersama)
Sono me no kakushita mama no (aku ingin tahu lebih tentang dirimu)
Kyuhyun mengambil alih lagi gitar yang di peluk oleh kedua punggung
lengan Yui. Membawakan sedikit gubahan lirik hasil ciptaannya sendiri.
We met for seven years
No one knew we would say goodbye this easily
However we still separated
With the memories we built for a long time, now gone
How did we at such a young age
Meet each other, I don’t even remember how
Difficult for us to handle the maps of our changing selves
They said saying goodbyes are painful
But I didn’t even have time to feel that
I just thought this is the way staying composed
But I cried
“Meski sedikit yang kau nyanyikan, tapi liriknya begitu mendalam,
sumimasen ( maaf ) apa lagu itu mengisahkan tentang seseorang??” Yui
lagi-lagi tertegun dengan permainan gitar Kyuhyun, dia juga menikmati
suara lembut Kyuhyun saat bernyanyi.
“Itu lagu tentang seseorang di masa laluku” Yui melihat sesaat wajah Kyu yang serius.
“Dia cinta pertamaku, aku bersahabat baik dengannya selama 7 tahun
dan di saat itu juga aku mencintainya, sampai 1 tahun yang lalu dia
pergi dari kehidupanku. Dia memilih kebahagiaannya bisa dia nikmati
bersama orang lain di banding denganku. Haha…mungkin memang karna aku
tidak memiliki apapun yang bisa membuatnya bahagia. Hmm,,sampai akhirnya
sekarang aku berada di sini dan sudah aku putuskan, aku ingin menutup
semua kenangan itu”
Yui tertegun, hatinya tersadar beberapa detik lalu dia baru saja
melihat dengan jelas dan dekat wajah Kyuhyun, tersirat sebuah inspirasi
baru untuk meneruskan lagunya dari deretan kata yang Kyuhyun ucapkan.
“Kyu-kun, aku mau istirahat, apa kau keberatan jika aku menyuruhmu kembali ke kamarmu???”
“Nani ( apa ) ?? Oh,,baiklah aku akan kembali ke kamarku, konbanwa (
selamat malam ) Yui-chan” Kyuhyun membungkukan badanya dan Yui
membalasnya sambil menebarkan senyuman tipis.
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara
No way! Nanni mo nakatta you na hibi
“kaete!” tte sakenda yozora
Sono me no oku ni kakushita mama no
Dare ka wo koe tai yo? Cry~
“Ready to love”
Kanashii kao wa yamete yo
Nee~ waratte misete yo
Sekka no hare demo Dekake you tomo shinakatta
Yui tersenyum, mendapatkan beberapa baris kata lagi untuk lagunya.
Yui seolah tak mau mengalah pada pikirannya yang mengajaknya untuk
menyerah melanjutkan lagu itu, karna Yui tau dia mampu, dia pasti mampu
melanjutkan lagu cinta itu meski dia belum pernah merasakan seperti apa
itu cinta.
***
Kyuhyun memandang selembar foto yang dia cetak dari memory kameranya. Tersenyum memandangi gambar yang ada di dalam foto itu.
Dame datte kime tsukeru mae ni ( sebelum aku putusKan aku tak sanggup lagi)
Ai shikata nado wakaranai kedo Dare ni mo makenai yo~Try ( aku
tak tahu bagaimana caranya bercinta, tak seorangpun membuatku
menyerah~cobalah)
“Yui-chan, apakah kau mau ikut denganku??”
“Ke mana??”
“Kita nikmati hari ini untuk bersenang-senang”
“Tapi aku tidak begitu suka keramaian”
“Tenanglah, ada aku di sisimu, jangan pernah takut, belajarlah untuk
menghilangkan perasaan kesendirianmu itu, gantikan dengan kebahagiaan
dari setiap detik waktu yang kau lewati”
Tanpa menunggu jawaban dan tanpa elakkan dari Yui, Kyuhyun
menggenggam tangan Yui lembut. Berjalan di sepanjang trotoar kota Tokyo
yang setiap hari ribuan orang berlalu lalang melewatinya. Sesekali
Kyuhyun mengabadikan setiap sudut kotanya dengan kamera yang tak pernah
lepas dari lehernya. “PERFECT” itu yang selalu dia ucapkan setiap kali
berhasil mengambil gambar yang memuaskan hatinya.
Kyuu ni furu ame sae ukareteru yo kimi no sei (walau hujan yang tiba-tiba membuatku bahagia karenamu)
One way! Hajimete sunao ni iu ka mo (satu hal! Mungkinkah aku memberitahu kamu perasaan ini)
“Yui-chan, hal apa yang paling kau suka”
“Aku sangat menyukai musim gugur, terutama melihat bunga sakura berguguran dan aku juga sangat menyukai hujan”
***
“Yui-chan, kau sudah siap??”
“Yes, i’m ready….”
Aitai to omotta Sono shunkan ugoki dasu
(saat ku rindu kamu aku segera bertindak)
Chuui shite watarou Kimi no moto he hashiru ara
( dengan langkah berhati-hati, berlari ke arahmu)
No way! Nanni mo nakatta you na hibi
(Tidak mungkin! Hari-hari itu terlihat seperti biasa)
“kaete!” tte sakenda yozora
(“Pulanglah!” terdengar langit berteriak)
Sono me no oku ni kakushita mama no
(Aku ingin tahu lebih tentang dirimu)
Dare ka wo koe tai yo? Cry~
(Apa yang kau sembunyikan itu?~tangisan)
“Ready to love”
Kanashii kao wa yamete yo
(janganlah berwajah sedih)
Nee~ waratte misete yo
(hey~ tersenyumlah untukku)
Sekka no hare demo Dekake you tomo shinakatta
(Ini kan hari yang bagus, tapi kita belum sempat keluar)
Kyuu ni furu ame sae ukareteru yo kimi no sei
(walau hujan yang tiba-tiba membuatku bahagia karenamu)
One way! Hajimete sunao ni iu ka mo
(satu hal! Mungkinkah aku memberitahu kamu perasaan ini)
Dame datte kime tsukeru mae ni
( sebelum aku putusKan aku tak sanggup lagi)
Ai shikata nado wakaranai kedo Dare ni mo makenai yo~Try
( aku tak tahu bagaimana caranya bercinta, tak seorangpun membuatku menyerah~cobalah)
“Ready to love”
Yozora no negai kitto
(pada langit malam ku memohon)
Nee~ kanaete miseru yo
(hey~ku yakin aku sanggup)
Datte itsu mo itsu mo itai
(namun selalu tetap selalu)
Sono sugata koe mo totemo suki da kara
(penampilan dan gaya bicaramu itu yang membuatku suka)
Sabishigari na machi juu futari de kowasou
(mari lenyapkan kesendirian di kota ini bersama)
Sono me no kakushita mama no
(aku ingin tahu lebih tentang dirimu)
Dare ka wo koe tai yo? ~ Cry
(apa yang kau sembunyikan itu?~ tangisan)
“ready to love”
Kanashii kao wa yamete yo Nee~ waratte misete yo
(janganlah berwajah sedih, hey~ tersenyumlah untukku)
Ai shikata nado wakaranai kedo
(Aku tak tahu bagaimana caranya bercinta)
Dare ni mo make nai yo~ Try
(tak seorangpun membuatku menyerah~ cobalah)
“ready to love”
Yozora no negai kitto Nee~ kanaete miseru yo
(pada langit malam ku memohon, hei~ aku yakin aku sanggup)
Semua orang memandangku, menebarkan senyuman terhangat mereka dan
memberikan tepuk tangan puas saat aku mengakhiri permainan laguku. Pada
dua musim dalam satu waktu ini, aku harap cukup untuk mengukir sebuah
prasasti baru. Bunga sakura yang berguguran, dan melayang ketika dengan
usilnya angin menerpa. Tanganku yang masih memeluk gitarku, tak mampu
menghalangi rambutku yang ikut tersibak oleh angin hingga menutupi
wajahku. Menghalangi pandanganku kepada sesosok pria yang benar-benar
membuatku menyerah. Cho Kyuhyun. Senyuman yang selalu dia pancarkan
mampu membuatku menyerahkan hatiku untuk merasakan cinta darinya.
Kyuu ni furu ame sae ukareteru yo kimi no sei (walau hujan yang tiba-tiba membuatku bahagia karenamu)
One way! Hajimete sunao ni iu ka mo (satu hal! Mungkinkah aku memberitahu kamu perasaan ini)
Dame datte kime tsukeru mae ni ( sebelum aku putusKan aku tak sanggup lagi)
Ai shikata nado wakaranai kedo Dare ni mo makenai yo~Try
( aku tak tahu bagaimana caranya bercinta, tak seorangpun membuatku menyerah~cobalah)
“Ready to love”
Yozora no negai kitto (pada langit malam ku memohon)
Sosoknya yang misterius, yang selalu dapat menemukanku dimanapun aku
bersembunyi. Membaca apapun yang terungkap dipikiranku, dimana hanya
dirikulah yang dapat mendengarnya. Namun mampu ia dengar, yang ia bilang
terpancar melalui mataku.
Nee~ kanaete miseru yo (hey~ku yakin aku sanggup)
Datte itsu mo itsu mo itai (namun selalu tetap selalu)
Sono sugata koe mo totemo suki da kara
(penampilan dan gaya bicaramu itu yang membuatku suka)
Sabishigari na machi juu futari de kowasou
(mari lenyapkan kesendirian di kota ini bersama)
Aku menyerah. Dunia ini sungguh kejam. Aku merasa menjadi
satu-satunya dan yang terakhir, manusia yang diciptakan tanpa mengenal
cinta. Hingga Tuhan mengirim malaikat yang menuntunku untuk menemukan
jawaban itu sendiri. Cho Kyuhyun. Aku menyerah terhadapmu.
Sono me no kakushita mama no (aku ingin tahu lebih tentang dirimu)
Dare ka wo koe tai yo? ~ Cry (apa yang kau sembunyikan itu?~ tangisan)
“ready to love”
Kanashii kao wa yamete yo Nee~ waratte misete yo (janganlah berwajah sedih, hey~ tersenyumlah untukku)
Ia tersenyum kearahku, dengan kedua tangan di tekuk kedepan, sesekali
mengarahkan kamera di lehernya kearahku sembari bersandar pada sebuah
pohon yang tak menampakkan daunnya. Hanya ada warna merah muda yang kini
mulai turun setu persatu, memberikan aura yang berbeda. Merah muda?
Terdengar menjijikkan, namun terlihat indah. Seperti itukah warnanya?
Ai shikata nado wakaranai kedo (Aku tak tahu bagaimana caranya bercinta)
Dare ni mo make nai yo~ Try (tak seorangpun membuatku menyerah~ cobalah)
Bersemilah! Wahai dewa-dawi cinta. Berikanlah kekuatanmu padaku.
Biarkanlah aku menggantikan tugasmu untuk sementara, mengabulkan harapan
mereka. sebuah cinta yang sesungguhnya, cinta yang kekal. Dan untukku,
akan cinta yang ingin kuketahui, dari seorang malikat cinta yang kau
turunkan melalui pria bernama Cho Kyuhyun.
“ready to love”
Yozora no negai kitto Nee~ kanaete miseru yo (pada langit malam ku memohon, hei~ aku yakin aku sanggup)
Ready to love? Sebuah lagu yang akhirnya kuselesaikan dan menjadi
saksi buta atas permainan ini, meski harus ku dapat inspirasi dari
sepotong kisah masa lalunya, tapi cukup membuatku puas bisa menggantikan
kekecawaan terhadap masa lalunya itu. Aku tidak perlu lagi mencari
cinta yang selama ini ku nanti, hanya dengan percaya bahwa itu ada dan
pasti datang menghampiri. Juga dibawah pohon sakura yang akan menjadi
saksi bisu nan abadi, akan cinta yang terus bersemi mengiringinya yang
menebar warna merah muda. Warna indah sebuah cinta.
~ THE END ~
But love __NEVER END__
Labels: Kyuhyun, Songfic, Super Junior, Yoshioka YUI