Love Story of MinSun ON Wednesday, 13 February 2013 AT 23:10
Author : cherry blossom a.k.a Pinky Girl
Main Cast : Lee Min Ho, Goo Hye Sun, Yoona
Genre : Sad Romance, Romance, Life
Rating : PG 17
Type : One Shoot
Disclaimer : Sebenernya ini cerpen karya aku, yang aku angkat jadi sebuah FanFiction, ga tau bagus ato ga, mohon komentarnya yah..^^
Poster by Pinky Girl
Happy Reading
Lee Min Ho dan Goo Hye Sun pacaran sudah 7 tahun, mereka merayakan
hari jadi mereka dengan can the light dinner di pinggir pantai. Lee Min
Ho sudah mempersiapkan semuanya dengan “Sempurna” karena Min Ho memang
tipe laki-laki yang romantis. Di tengah acara mereka, Min Ho melamar Hye
Sun.
“Chagia, kita sudah pacaran 7 tahun, sekarang aku sudah yakinkan
hatiku untuk menjadikanmu pedamping terakhir hidupku..Maukah kau
menerimaku apa adanya sebagai suamimu kelak?” ucap min Ho sambil membuka
kotak cincin untuk Hye Sun.
Hye Sun diam sejenak, ia sangat terharu akan lamaran Min Ho.
“Wanita mana yang sanggup menolak pria terbaik sepertimu, yobo” Hye Sun tersenyum pada Min Ho.
Dan Min Ho tersenyum bahagia karena tahu isyarat dari kata-kata Hye Sun tadi bahwa ia menerima lamarannya.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah mulai mempersiapkan kebutuhan
untuk acara pernikahan mereka. Mereka akan menikah pada tanggal
10-10-10, tanggal yang bagus karena tepat hari Ulang tahun Hye Sun.
Menjelang hari pernikahan mereka, beberapa hari sebelumnya mereka
melakukan pemotretan untuk foto Pra Wedding mereka. Dua hari kemudian,
foto itu sudah selesai. Hye Sun ingin memajang foto itu di kamar
pengantin mereka nanti. Min Ho memajangnya, namun..
Praaaang…
Foto itu tiba-tiba jatuh dan Hye Sun terkena pecahan kacanya.
“Chagia, gwaenchana?” tanya Min Ho cemas.
“Nan Gwanchanayo yobo, hanya luka robek sedikit di kakiku” jawab Hye Sun sambil menahan sakit.
“Ini bukan luka kecil sayang, aku akan bawa kamu ke Rumah Sakit”
Segera Min Ho membawa Hye Sun ke rumah sakit. Di perjalanan mereka
saling menatap, terlintas rasa ketakutan di antara mereka apakah itu
“Pertanda Buruk?”
Hye Sun hanya terluka di kaki kanannya dan suster telah selesai
mengobati lukanya dan dia pun sudah diperbolehkan di bawa pulang. Tapi
di lobi Rumah Sakit, ketika mereka berjalan tiba-tiba Min Ho tidak
sengaja menabrak tubuh seorang yeoja, choengmal yeppeo. Namun, wajahnya
tidak asing bagi Min Ho.
Sejenak ia menatap yeoja itu kaget dan tentu
yeoja itu lebih tidak menyangka bahwa yang ia lihat saat itu adalah Min
Ho.
Namun Min Ho tersadar dari lamunannya saat Hye Sun bertanya padanya.
“Kau kenal dia, yobo?”
“Ne..?Ah..anhio, aku tidak mengenal dia sedikitpun”
Yoona terdiam, dia sedih mendengar Min Ho berkata seperti itu.
Padahal Min Ho sangat mengenal dia.
Dalam hati Min Ho berkata “Maaf
sayang, sebenarnya aku mengenal dia, dia adalah….” Min Ho tidak
meneruskan ucapannya dalam hatinya, ia seperti tidak ingin mengingat
siapa Yoona.
Yah, Yoona…yeoja yang sebenarnya pernah mengisi hari-hari Min Ho
selama 3 tahun, mereka pacaran karena mereka teman satu kuliah dulu.
Tapi selama 3 tahun mereka pacaran Min Ho justru tidak pernah
benar-benar serius menyayangi Yoona. Padahal Yoona sudah sangat baik
padanya dan sabar menghadapi sikap Min Ho yang terkadang selalu acuh
padanya. Mereka putus, karena waktu itu Min Ho bertemu lagi dengan Hye
Sun, sebenarnya Hye Sun adalah teman kecil Min Ho, mereka terpisah saat
usia mereka 11 tahun, karena saat itu Hye Sun ikut appa nya ke luar
negeri. Dan saat dia kembali ke Seoul, ida tidak menyangka akan bertemu
lagi dengan Min Ho. Min Ho memutuskan Yoona dan menjalin hubungan dengan
Hye Sun. Pukulan berat bagi Yoona..
Ketika Min Ho berlalu meninggalkan Yoona di rumah sakit, dan melihat
ternyata Min Ho telah memiliki yeoja lain, dalam hati Yoona berkata
“Tuhan, aku berharap di hari-hari terakhir hidupku, aku bisa merasakan
kebahagiaan melewati hariku bersamanya, itulah permintaan terakhirku
Tuhan, dengar pintaku…”
Hari pernikahan Min Ho dan Hye Sun tiba, Min Ho melaju mobilnya
sendiri menuju tempat pernikahannya. Namun seperti mimpi buruk,
tiba-tiba dia mengalami kecelakaan saat dia akan menghindari penyebrang
jalan yang tiba-tiba muncul di depan mobilnya. Min Ho langsung dilarikan
ke Rumah Sakit terdekat oleh warga sekitar. Di tempat pernikahan Hye
Sun gelisah karena min Ho tidak kunjung datang, perasaannya sudah mulai
tidak enak dan tiba-tiba dia mendapat telfon dari keluarganya yang
melihat mobil Min Ho di jalan dan mengalami kecelakaan. Spontan Hye Sun
shock dan hampir pingsan, tapi sayang keluarganya itu tidak tahu Min Ho
di bawa ke Rumah Sakit mana, karena min Ho dilarikan ke Rumah Sakit oleh
seorang warga namun bukan penduduk setempat.
2 hari kemudian…
Min Ho 2 hari tidak sadarkan diri, dan saat ia terbangun ia merasa pusing dan sakit di kepalanya.
“Tuan, kau sudah sadar??” tanya Dokter yang menangani Min Ho.
“Ak..uuu di mana??” ucap Min Ho sambil memegang kepalanya karna pusing.
“Anda di Rumah sakit sudah 2 hari ini, tuan. Apakah ada keluarga yang
ingin anda hubungi? Karna sudah 2 hari ini kami kebingungan mencari tau
siapa keluarga anda”
“Akk..uu siapa?? Siapa namaku??”
“Apakah anda tidak ingat siapa nama anda tuan?”
“Ah..aku,,aku tidak tau siapa namaku Dokter. Arrgghtt..kepalaku” Min Ho mengerang kesakitan.
“Sudahlah tuan, anda jangan memaksakan diri anda untuk mengingat nama
anda, sekarang anda istirahat dulu, saya akan memeriksa kondisi anda
lagi”
“Tunggu Dokter, bisakah kau menghubungi kekasihku?”
“Ye..?? Apakah anda ingat nama kekasih anda??” Dokter bertanya heran.
“Yah, Dokter tentu saja aku ingat, namanya Yoona dan beri aku kertas dan pulpen, aku akan menuliskan nomor telfonya”
Dokter memberikan Min Ho pulpen dan kertas.
“Ini nomornya” Min Ho memberikan kertas itu pada Dokter.
“Suster tolong hubungi nomor ini dan suruh dia untuk datang ke sini”
Dokter itu menyerahkan kertas ke suster yang bertuliskan nomor telfon
Yoona.
Suster pun segera menghubungi Yoona. Dan 1 jam kemudian Yoona datang
ke Rumah Sakit, dia kaget karena melihat namja yang sedang terbaring di
sana adalah Min Ho.
“Dokter, dia kenapa??” Yoona cemas melihat keadaan Min Ho.
Dokter menjelaskan pada Yoona bahwa Min Ho hilang ingatan tapi
anehnya yang dia ingat hanya Yoona. Jelas Yoona pun tidak menyangka bisa
seperti itu.
“Kau sudah datang??” Min Ho terlihat senang dengan kedatangan yoona.
“Ye,,aku sudah datang” Yoona tersenyum pada Min Ho.
“Gwaenchana??”
“Ye, gwaenchana. Tapi kepalaku sangat sakit chagia”
“Jinja?? Ya sudah kau istirahtalah, jangan banyak bergerak dulu, badanmu penuh dengan luka”
“Ye..tapi jangan tinggalkan aku yah, kau harus tetap di sini jika aku bangun nanti”
“Ne…aku tidak akan pernah meninggalkanmu oppa” Yoona mengelus-ngelus pipi Min Ho dengan lembut.
***
Beberapa hari kemudian Min Ho boleh di bawa pulang, Yoona membawanya
pulang ke rumahnya, karena dia tidak tahu dimana rumah Min Ho sekarang,
karena Min Ho sudah pindah rumah, Yoona pun tidak bisa menghubungi
keluarganya karena saat kecelakaan Min Ho tidak membawa Handphone nya.
Satu minggu kemudian min Ho berangsur pulih, Yoona merawatnya dengan
penuh kesabaran. Pada satu hari, Yoona duduk di ruang tamu, duduk santai
karena saat itu Min Ho sedang tidur. Yoona melihat koran, ada berita
tentang pencarian orangg hilang dan dia kaget ternyata yang di cari
adalah Min Ho. Batin Yoona berperang, dia bimbang, di satu sisi dia
bahagia karena sekarang dia bisa bersama Min Ho di sisinya tapi di sisi
lain, dia tidak mau egois karena dia tahu, ibu Min Ho dan keluarganya
pasti mengkhawatirkan keadaan Min Ho sekarang. Akhirnya Yoona
menghubungi nomor telefon yang tertera di koran, ternyata dia tertuju
pada Hye Sun, calon istri Min Ho. Yoona mengajak Hye Sun bertemu, Yoona
menceritakan semua kejadian sebenarnya pada Hye Sun bahwa dulu dia dan
Min Ho pernah menjalin hubungan dan menceritakan saat ini Min Ho hilang
ingatan tapi yang dia ingat hanyaYoona. Hye Sun sangat sedih dan
terpukul.
“Eonni, maafkan aku karna aku sudah berbuat seperti ini padamu, tapi
aku mohon, biarkan Min Ho bersamaku hanya untuk beberapa hari saja”
Yoona menangis memohon pada Hye Sun.
“Mwo?? Kau pikir Min Ho barang yang bisa kau pinjam?? Anhi,,aku mohon
tolong kembalikan Min Ho ku” Hye Sun pun ikut menangis karna dia sangat
mengkhawatirkan calon suaminya itu.
“Eonni, sebenarnya aku sedang sakit, aku menderita penyakit serius
dan hidupku tidak akan lama lagi, aku punya permintaan terakhir, aku
hanya ingin di saat terakhirku, Min Ho ada di sisiku. Hanya itu, jebal”
Yoona memohon lagi pada Hye Sun.
“Mworago? Kau sudah gila? Aku tidak percaya dengan apa yang kamu
katakan, Min Ho adalah calon suamiku, katakan padaku dimana dia
sekarang?”
“Aku tidak berbohong Eonni, aku serius, aku mohon?”
Hye Sun tetap tidak percaya, Hye Sun terus memaksa Yoona mengatakan
dimana Min Ho, dan akhirnya dia tidak sengaja mendorong Yoona. Yoona
pingsan, Hye Sun kaget dan dia segera membawa Yoona ke Rumah Sakit.
“Dokter apakah dia baik2 saja?” Hye Sun bertanya pada DOkter yang menangani Yoona.
“Nona, bisa saya bicara pada anda sebentar?”
Dokter yang menangani Yoona itu mengatakan yang sebenarnya pada Hye
Sun, bahwa Yoona menderita penyakit Leukeumia sudah 2 tahun dan dia
sudah di vonis, hidupnya hanya untuk beberapa minggu ke depan. Hye Sun
tidak percaya, ternyata apa yang diucapkan Yoona itu semua benar. Hye
Sun merenung dan berfikir, akhirnya dia memutuskan untuk merelakan Min
Ho calon suaminya itu untuk bersama Yoona di detik2 terakhir hidupnya.
Awalnya Min Ho kaget dan tidak menyangka yeoja yang dia kira saat ini
adalah kekasihnya, menderita penyakit serius dan dia tidak tau sama
sekali akan hal itu. Tapi akhirnya Min Ho berjanji bahwa dia akan
merawat Yoona dengan baik, walopun dia juga tau kalo hidup Yoona tidak
akan lama lagi. Setiap harinya Min Ho merawat Yoona di rumah Yoona,
karena Yoona yang minta ingin dirawat di rumah. Hye Sun ikut merawat
Yoona, dan Min Ho sempat bertanya Hye Sun siapa nya Yoona, dan Yoona
cuma bilang kalo Hye Sun itu temen kecilnya. Jelas itu bikin Hye Sun
sedih, karna calon suaminya itu sekarang tidak mengingatnya sebagai
calon istrinya dan malah mengingat Yoona yang sebenarnya hanya sebagai
masa lalunya. Hye Sun sering menangis karena melihat Min Ho, laki-laki
yang sangat dia cintai bahkan akan menjadi suaminya, sekarang ini ada di
hadapannya merawat dan mencintai yeoja lain. Tapi Hye Sun selalu
mencoba menyembunyikan kesedihannya di depan Yoona. Dia sadar bahwa
Yoona juga wanita yang sangat mencintai Min Ho bahkan dia tahu hidup
Yoona tidak lama lagi
Sore hari Yoona tiba-tiba ingin pergi ke pantai menyaksikan Sunset
bersama Min Ho. Dengan duduk di kursi roda, Yoona menikmati indahnya
matahari terbenam. Ia memegang tangan Min Ho dan berkata
“Oppa…ini saatnya aku pergi, aku akan kembalikan kau pada Hye Sun,
wanita yang paling pantas memilikimu. Kau tahu apa permintaan terakhir
sebelum aku akan pergi? Aku ingin ada kau disampingku yang merawatku.
Dan permintaan terakhirku itu sudah terkabul sekarang, aku sangat
bahagia oppa. Berjanjilah untuk selalu membahagiakan Hye Sun Eonnie,
jangan pernah menyakiti hatinya sedikitpun dan jangan pernah membuat dia
menangis setetespun karenamu”
“Chagia kau ini bicara apa? Aku bahkan tidak mengenal siapa dia? Kau
tidak akan pergi kemana-mana, aku akan selalu disisimu selamanya, kau
akan baik-baik saja” jawab Min Ho sambil memeluk Yoona dan heran mengapa
tiba-tiba Yoona berkata seperti itu.
Yoona tersenyum menatap Min Ho sejenak, senyuman terakhir Yoona.
Sampai akhirnya Yoona menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Min Ho.
***
Di acara pemakaman Yoona, Min Ho menangis, menjerit histeris karena tidak menyangka Yoona kekasihnya itu telah pergi.
“Yonaa-yah…..Yonaaaa jangan pergi, aku mohon jangan tinggalkan aku.
Bukankah kau pernah berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah
meninggalkanku, huh?? Tapi kenapa sekarang kau mengingkari janjimu??
Yonaa-yah, ayo cepat kembali padaku, Yonaaaa…” Min Ho menangis di depan
batu nisan Yoona yang masih bersih itu.
Hye Sun yang melihatnya sangat sedih dan terpukul, bulir2 air mata
tak mampu dia bendung lagi, karna laki2 yang dia cintai itu seperti
sangat mencintai masa lalunya itu yang kini telah pergi.
Min Ho tiba-tiba pingsan, segera dia dibawa ke Rumah Sakit, semalaman
dia tidak sadarkan diri. Dokter memeriksa Min Ho sambil memberikan
surat pada Hye Sun yang sudah semalaman menunggu Min Ho.
“Ige mwoya??” Hye Sun menatap Surat yang di berikan Dokter yang dulu
menangani Yoona sebelum dia meninggal dan yang sekarang juga menangani
Min Ho.
“Sebelum Yoona meninggal, dia menitipkan surat ini pada saya untuk di berikan pada anda, Nona”
Dokter itu meninggalkan Hye Sun di kamar Min Ho yang masih terpejam dalam tidurnya.
“Dear, Hye Sun Eonnie…
Aku sangat bahagia, di saat terakhir hidupku, Min Ho ada
disampingku dan aku bisa mengenal wanita berhati mulia sepertimu.
Sebelumnya aku minta maaf karena aku seperti merebut Min Ho oppa darimu
selama 1 bulan ini. Tapi aku yakin, setelah itu oppa pasti akan kembali
ke sisimu dan akan menjadi milikmu selamanya. Terima kasih untuk hadiah
yang berharga ini, mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah hidup
tenang di alamku. Aku ucapkan turut bahagia untuk kalian berdua, semoga
bisa menjadi suami istri yang bahagia dan memilki anak-anak yang tampan
dan cantik seperti kalian. Berjanjilah kelak jika kalian memiliki anak
perempuan, berikan dia namaku, maka rasakanlah aku akan ada di dekat
kalian…”
Love….
Yoona…;)
Hye Sun meneteskan air matanya membaca petikan surat dari Yoona, dan
air matanya menetes di tangan Min Ho yang sedang terbaring. Min Ho
terbangun, dia melihat yeoja di depannya dan berkata.
“Hye Sun-ah….”
Spontan Hye Sun kaget mendengar Min Ho memanggil namanya.
“Kau sudah ingat aku sayang?” ucap hye Sun terharu karna bahagia.
“Kenapa kau menangis?”
“Anhio,,aku menangis karna kau sudah sadarkan diri yobo” Hye Sun memeluk Min Ho.
Hye Sun lalu memanggil Dokter, akhirnya Dokter memeriksa Min Ho dan
Dokter mengatakan ingatan Min Ho sudah kembali. Hye Sun bahagia, dia
bersyukur akhirnya Min Ho bisa mengingat dirinya lagi.
***
Beberapa hari kemudian…
Hari pernikahan Min Ho dan Hye Sun akhirnya benar2 berlangsung, tapi
mereka ingin mengenang Yoona dan akhirnya pengucapan janji suci
dilakukan di depan makam Yoona.
3 tahun kemudian, Hye Sun melahirkan anak keduanya dengan Min Ho.
Setelah anak pertama mereka laki-laki yang sudah berumur 2 tahun bernama
Kim Hyun Joong. Dan kali ini anak kedua mereka seorang bayi cantik, di
beri nama Yoona, sesuai pesan Yoona di surat terakhirnya untuk hye Sun
agar memberikan namanya untuk putri mereka. Dan ternyata, setelah tumbuh
dewasa Yoona kecil wajahnya memang mirip dengan Yoona, cantik, putih,
bersih dan lembut. Mereka merasa Yoona memang hadir kembali di tengah
mereka tiap kali melihat Yoona kecil.
Keluarga sempurna, Hye Sun dan Min Ho hidup bahagia dengan dikaruniai
dua anak yang tampan dan cantik dan mendapatkan pengalaman berharga
dari Yoona. Sekarang Min Ho sadar, tidak akan menyia-nyiakan wanita yang
sangat mecintainya & wanita yang begitu ikhlas hatinya terluka demi
membahagiakan orang lain karena Min Ho takut menyesal karena
kehilangannya, Hye Sun yang sekarang ini telah menjadi istrinya dan
memberikan dia kebahagaiaan yang sempurna…
The End….
Labels: Ficlet, Goo Hye Sun, Lee Min Ho, MinSun, SNSD, Yoona